Supardi: Tren Bagus Persib Bandung Sebelum Liga 1 Dihentikan Tak Bisa Jadi Patokan
Liga 1 2020 rencananya akan kembali digulirkan pada September mendatang. Hal tersebut diumumkan oleh federasi sepakbola Indonesia, PSSI, bahwa liga akan dijalankan kembali, dengan segala penyesuaian.
Sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus corona, 16 Maret lalu, Persib Bandung menjadi tim yang mampu menempati posisi puncak klasemen dengan sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan.
Maung Bandung mengalahkan Persela Lamongan dengan skor tiga gol tanpa balas pada laga pembuka. Kemudian mereka Arema FC pada laga tandang (2-1), hingga menjungkalkan PSS Sleman, dengan skor tipis, 1-0.
Supardi Nasir, kapten Persib, menyambut bahagia kabar bahwa kompetisi akan kembali dilaksanakan. Meski begitu, Supardi sendiri mengingatkan bahwa tren apik Persib sebelum liga disetop tak bisa jadi patokan.
“Alhamdulilah, kompetisi Insyaallah akan dilanjutkan lagi,” buka Supardi, dikutip laman resmi Persib.
“Tiga pertandingan awal tidak bisa jadi patokan, karena tentu berbeda waktu dan keadaan. Kami akan memulai dari awal lagi untuk membangun tim yang solid,” sambung pemain asal Pekanbaru tersebut.
Tim pelatih Persib memang terus menjaga kondisi skuad mereka selama kompetisi ditangguhkan, dengan memberi program latihan mandiri. Menurut Supardi, tim pelatih juga pasti sudah mempersiapkan bagaimana tim beraksi saat liga dimulai lagi.
“Saya yakin staf pelatih lebih tahu menyikapi situasi ini. Bagaimana cara untuk menjaga ritme untuk ke depannya. Optimistis selalu tertanam dalam diri. Saya punya target pribadi tentunya. Saya yakin sekali tim Persib bisa bersaing,” tegas Supardi.
“Saya minta doa restu dari semua untuk mendoakan kami di perjalanan kompetisi nanti. Siapapun itu, keluarga, staf, pemain dan bobotoh mari kita berdoa agar kami senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan,” tukas eks Sriwijaya FC tersebut.
Saat ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sedang menyusun formula yang pas untuk liga dijalankan di tengah pandemi corona. Beberapa rencana untuk liga ‘new normal’ antara lain sentralisasi pertandingan, hingga penghapusan degradasi.
Robert Alberts, pelatih Persib, masih menantikan bagaimana kepastian soal liga, seperti jadwal dan juga pelaksanaannya. Jika semua sudah jelas, baru skuad Persib kembali dikumpulkan untuk berlatih.